Wow

Efek Mandela, Ketika Kesalahan Ingatmu Sangat Fatal

Terkejut.co Apakah kamu masih ingat sepenuhnya hadiah ulang tahunmu di umur tujuh tahun? Siapakah yang memberikannya? Mama? Papa? Jelas dipastikan kamu akan sedikit samar-samar akan hal itu. Ingatanmu kemungkinan besar bisa jadi mengatakan mama yang memberikannya, namun kenyataannya adalah papamu kala itu. Tidak masalah. Toh itu hanya ingatanmu saja yang salah. Apakah itu efek Mandela?

Yang menarik adalah adanya fenomena di mana tidak hanya ingatanmu saja yang salah, tetapi juga semua orang, membuat adanya sebuah peristiwa yang seharusnya tidak ada menjadi ada. Nama fenomena tersebut adalah efek Mandela. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Efek Mandela dinamakan dari peristiwa tokoh penting Afrika Selatan

Kamu pasti pernah mendengar nama Nelson Mandela, bukan? Dia tokoh politik Afrika Selatan dan menjadi presiden pertama yang datang dari asas demokratis. Menurut masyarakat setempat, Mandela meninggal di penjara pada 1980an, tetapi kenyataannya dia dibebaskan dari penjara pada 1990 dan baru meninggal pada 2013.

2. Efek Mandela merupakan fenomena memori yang salah, namun dimiliki banyak orang

Dari kejadian tersebut dikenallah efek Mandela. Efek itu digunakan untuk memberikan nama bagi fenomena adanya kejadian yang tidak diingat oleh banyak orang sekaligus, tetapi terkesan ada karena orang merasa mengingat hal tersebut secara kolektif. Berbeda dengan hoax.

Hoax secara sadar menyebarkan kabar atau fenomena palsu untuk menyetir pemikiran masyarakat. Efek Mandela terjadi begitu saja dan semata-mata karena orang tidak mengingat kejadian itu.

3. Beberapa teori mencoba menjelaskan efek Mandela. Salah satunya menyebut keberadaan multiverse

Efek Mandela susah dijelaskan secara logika. Salah satu teori yang mencoba menjelaskan efek Mandela adalah teori Broome. Teori ini menyebut bahwa efek tersebut adalah efek dari keberadaan dari multiverse alias dimensi yang berbeda.

Menurut teori ini, kasus salah ingatan tersebut yang dibagikan oleh orang-orang sebenarnya tidak salah namun itu terjadi di dimensi yang lain. Ingatan itu terbagikan karena adanya persimpangan dimensi yang terjadi secara instan dan cepat.

4. Bahkan ada yang menerangkan jika efek Mandela adalah sejarah yang berubah karena penjelajah waktu

Teori menarik lagi adalah adanya pendapat jika sebenarnya apa yang diingat oleh orang itu benar apa adanya. Namun hal itu diubah oleh mereka yang mampu mengarungi waktu hingga sejarah pun berubah dan tak kita sadari. Malahan ada pula yang menyambungkannya dengan hal-hala spiritual, seperti adanya campur tangan Setan, ilmu hitam hingga sihir.

5. Namun peneliti lebih berpendapat jika efek Mandela terjadi karena kemajuan teknologi

Banyak peneliti yang tidak setuju akan teori Broome dan teori lain tersebut karena tidak ilmiah. Ketimbang hal tersebut, mereka berpendapat jika efek itu terjadi karena kita terlalu bergantung pada teknologi digital dan menciptakan fakta jika memori manusia tidak bisa dipercaya. Otak kita tidaklah saksama dengan data di hard drive dan itulah penyebab utama efek Mandela.

6. Salah ingatan bersama itu disinyalir disebabkan oleh komunikasi dan sugesti

Bahkan ada sebuah percobaan psikologi yang mengamati efek tersebut dengan melakukan survei. Hasilnya memang ada kesalahan ingatan di masyarakat yang mengatakan jika Alexander Hamilton adalah presiden Amerika, padahal kenyataannya adalah sekretaris saja. Namun memang popularitasnya kala itu dapat dibandingkan dengan presiden Amerika.

Caitlin Aamodt, pakar neuroscience Amerika mengatakan hal itu terjadi karena informasi atas ingatan yang salah itu terus dibagikan kepada orang-orang tanpa mencari tahu kebenarannya, menyebabkan memori yang salah itu tak hanya dimiliki oleh satu orang saja, tetapi banyak. Selain itu dikatakan pula adanya kekuatan sugesti.

“Sugesti adalah sebuah kecenderungan untuk mempercayai sesuatu yang dikatakan orang sebagai hal benar,” terangnya.

7. Tak hanya peristiwa besar, hal kecil-kecil di sekitar kita juga memiliki efek Mandela

Mari kita coba mengingat kembali, teruntuk generasi 80-90an. Coba tebak, manakah yang benar, Looney Toons atau Looney Tunes? Kalau secara kartun benar menggunakan toons, tetapi bukankah animasi ini ada unsur musiknya yang berarti harusnya tunes ya.? Untuk jawabannya, silakan dicari sendiri ya.

Memori memang sedari dulu tak pernah bisa diandalkan. Oleh karena itulah orang-orang hebat selalu mencatatnya dalam jurnal mereka. Bukankah ada pula kata-kata bijak yang mengatakan: “Mereka yang tidak menulis akan dilupakan selamanya.”

 

Related posts

Didirikan Ulama Minangkabau, 7 Fakta Menarik Filipina

admin

Kulit Fried Chicken Lebih Nikmat Dimakan Saat Gigitan Pertama? Ini Alasannya

admin

Diklaim Punah, 9 Hewan Ini Masih Terlihat!

admin